Selasa, 04 Desember 2012

Aku Adalah Lelah


Aku adalah lelah, 

yang senantiasa menunggu ber jam - jam bahkan berhari - hari
Aku adalah lelah, 
yang senantiasa mengertikanmu untuk rasa nyaman
Aku adalah lelah, 
yang senantiasa menggerogoti tubuh dan jiwa
Aku adalah lelah,
yang senantiasa menanti datangnya kejujuran





Namun,



Aku juga lelah, 
menunggu tanpa ada kabar dan menghilang begitu saja
Aku juga lelah,
mengertikanmu tanpa mengertikanku
Aku juga lelah, 
menderaikan air mata seperti derasnya hujan 
Aku juga lelah,
menanti kejujuran yang terbang dari sangkar bibirmu




Tahukah ?



Hanya setitik kabar, akan menghilangkan lelah
Hanya sebutir pengertian, akan menghilangkan lelah
Hanya setetes kejujuran, akan menghilangkan lelah


Jumat, 14 September 2012

Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana

Salah satu puisi ini sering kita alami di kehidupan sehari-hari. Antara keinginan, harapan, kewajiban yang tak sesuai dengan perilaku. Masya Alllah ! silakan simak puisi dari Gus Mus yang satu ini.

Kau ini bagaimana?

Kau bilang Aku merdeka, Kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh Aku berpikir, Aku berpikir Kau tuduh Aku kapir

Aku harus bagaimana?

Kau bilang bergeraklah, Aku bergerak Kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah, Aku diam saja Kau waspadai

Kau ini bagaimana?

Kau suruh Aku pegang prinsip, Aku memegang prinsip Kau tuduh Aku kaku
Kau suruh Aku toleran Kau bilang Aku plin-plan

Aku harus bagaimana?

Aku Kau suruh maju, Aku maju Kau srimpung kakiku
Kau suruh Aku bekerja, Aku bekerja Kau ganggu Aku

Kau ini bagaimana?

Aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku Kau suruh berdisiplin, Kau menyontohkan yang lain

Aku harus bagaimana?

Kau bilang Tuhan sangat dekat, Kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara tiap saat
Kau bilang Kau suka damai, Kau ajak Aku setiap hari bertikai

Aku harus bagaimana?

Aku Kau suruh membangun, Aku membangun Kau merusaknya
Aku Kau suruh menabung, Aku menabung Kau menghabiskannya

Kau ini bagaimana?

Kau suruh Aku menggarap sawah, sawahku Kau tanami rumah-rumah
Kau bilang Aku harus punya rumah, Aku punya rumah Kau meratakannya dengan tanah

Kau ini bagaimana?

Aku Kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku Kau suruh bertanggung jawab, Kau sendiri terus berucap Wallahu a'lam bissawab

Kau ini bagaimana?

Kau suruh Aku jujur, Aku jujur Kau tipu Aku
Kau suruh Aku sabar, Aku sabar Kau injak tengkukku

Aku harus bagaimana?

Aku Kau suruh memliihmu sebagai wakilmu, sudah kupilih Kau bertindak semaumu
Kau bilang Kau selalu memikirkanku, Aku sapa saja Kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana?

Kau bilang bicaralah, Aku bicara Kau bilang Aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara, Aku bungkam Kau tuduh Aku apatis

Aku harus bagaimana?
Aku harus bagaimana?

Kau bilang kritiklah, Aku kritik Kau marah
Kau bilang cari alternatifnya, Aku kasih alternatif Kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana?

Aku bilang terserah Kau, Kau tidak mau
Aku bilang terserah kita, Kau tak suka
Aku bilang terserah Aku, Kau memakiku

Kau ini bagaimana?
Aku harus bagaimana?

Minggu, 06 Mei 2012

8 Pengertian Cinta Menurut Al Qur'an


Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga : (1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, (2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan (3) lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri.

Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Alloh SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Alloh SWT, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain. Dalam Qur’an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:

1. Cinta Mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.
2. Cinta Rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya.Dari itu maka dalam al Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.
3. Cinta Mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.
4. Cinta Syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur’an menggunakan term syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf.
5. Cinta Ra’fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur’an menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus hukuman bagi pezina (Q/24:2).
6. Cinta Shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut term ni ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33)
7. Cinta Syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur’an tetapi dari hadis yang menafsirkan al Qur’an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il tihab naruha fi qalb al muhibbi
8. Cinta Kulfah, yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur’an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)


The source : Mubarok institute

Kamis, 26 April 2012

Nyanyian Sunyiku



“Ya Rabb…”
Tak sanggup dinding mata ini menahan ombak air mata,
Kehidupan hati tak tenang dan damai,
Gelisah….

Menghadapi dan mengarungi  hidup yang fana
Yang sanggup menyengsarakan dan mencelakakan semua insan-Mu !

Begitu besar ujian dan cobaan yang telah Engkau
Anugrahkan kepada hamba-hambaMu yang dhoif, hina dan rapuhnya
Jiwa  raga ini

Berbagai cacian, cemoohan, sindiran yang bertubi-tubi
Menghampiri…. Mengapa ? mengapa ??
Tunjukkanlah Rabb… tunjukkanlah kesalahan yang telah diperbuat!
Ber-asa hidup tenang dan damai, seperti air yang memberi
Kesenangan dan bermanfaat bagi siapa saja

Memang… hidup tak selamanya indah, penuh dengan misteri
Hidup pasif bagai tak merasakan hidup,
Tak bisa merasakan nikmatnya bahagia, jika tak bersama kesusahan,
Tak bisa merasakan manis, jika tak bersama pahit.
Kadang membuat kita menangis, tertawa, sedih, bahagia,
Bahkan sakit….

Apakah hamba tidak termasuk golongan yang pandai
Bersyukur kepada-Mu ? selalu mengeluh pada kehidupan yang kujalani?
Selalu ingin dipahami orang lain tanpa memahami perasaan orang lain??
Masya Allah !!

Diri ini bukanlah Nabi yang mempunyai sikap dan akhlak yang mulia.
Tapi diri ini mencoba tuk menjalani nasihat-nasihatMu dan RasulMu
Bimbinglah diri ini selalu…..

Rabu, 18 April 2012

Begitu Juga Aku.....

Jikalau rindu mengerudungi hatimu,
sampaikanlah melalui-Nya,
Begitu juga aku

Jikalau resah menyelimuti qalbumu,
adukanlah kepada-Nya,
Begitu juga aku

Jikalau gelisah merundungi sukmamu,
berdoalah untuknya melalui-Nya,
Begitu juga aku

Jikalau cinta menyapamu,
bermunajatlah semoga cinta kita dipersatukan oleh-Nya,
Begitu juga aku.

Satu yang ingin kau ketahui,
rasa ini akan selalu kutanam untukmu wahai calon imamku....

Senin, 16 April 2012

BEGITU KUATNYA GODAAN SETAN ITU


Begitu kuatnya godaan setan  itu
Terkutuk kau hai setan!
Janganlah engkau mempersulit jalannya manusia
Apakah kau tidak sadar, bahwa kau sudah dilaknati oleh sang Khaliq??
Mengapa kau begitu sombong? Mengapa kau begitu angkuh?
Mengapa dirimu tak mau menuruti perintah-perintahNya?
Sampai kapan kau akan mengganggu manusia???
Belum puaskah kau mengganggu kami?
Lihatlah kemuliaan dan kebaikan dari Khaliqmu!
Belum cukup sadarkah kau setelah apa yang telah kau dapatkan dariNya?
Atau engkau mengira bahwa engkau tercipta dari api dan mempunyai derajat yang lebih tinggi dibandingkan malaikat dan manusia?
Dan hanya untuk mengikutimu sajakah tujuanmu menggoda dan mempengaruhi manusia??
Begitu pula  kalian, hai manusia… lihatlah kasih sayang yang Dia berikan padamu! Taatilah perintah yang telah Menciptakanmu!
Allah berfirman: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar menyembahKu.” (Adz-Dzariyat: 56)
Tidak cukupkah perintahNya kepadamu hai iblis?
Bacalah! Dan mengertilah firmanNya!
Dan kalian hai para manusia, taatilah perintah-perintahNya dan bertaqwalah pada Rabbmu
Dan lakukanlah apa yang Allah perintahkan dan tugaskan pada kalian:
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi’…” Kepemimpinan itu dimulai dengan memimpin diri (hawa nafsu)nya sendiri, keluarga, dan kemudian berkembang ke memimpin lingkungan yang lebih luas.” (Al-Baqarah: 30)
Namun jika kalian, hai setan dan manusia melawanNya, maka janjinya:
“Dia (iblis) berkata: ‘Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar- benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil’.”
“Tuhan berfirman: ‘pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup.”
“Dan hasunglah (bawalah) siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh Syaithan kepada mereka melainkan tipuan belaka.”
“Sesungguhnya hamba-hamba Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga”. (Al-Isra: 62-65)
Na’udzubillah! Bertaqwalah kalian hai manusia sebelum kau dilempar ke Neraka Jahannam… bertaubatlah, sebaik-baik taubat…. “Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al-Maidah: 39)





Sabtu, 14 April 2012

siapakah engkau, hai Sabar???

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Wahai saudaraku, ketahuilah bahwa salah satu anugerah yang baik dan tanda-tanda kebahagiaan seseorang adalah dapat bersabar menghadapi cobaan dan tetap kokoh di tengah musibah. Untuk sabar inilah Al-Qur’an diturunkan dan sunnah Nabi disampaikan. Firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman,bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS. Ali-Imran: 200). Nabi SAW bersabda, “Kesabaran adalah benteng dari segala bencana dan penolong ketika susah.” Ali bin Ali Thalib ra berkata, “Kesabaran adalah tunggangan yang tak pernah tersandung dan qana’ah adalah pedang yang tak pernah meleset.” Ibnu Abbas ra berkata, “bekal yang paling baik adalah sabar ketika susah.”Wahai saudaraku, jenis sabar sangat beragam. Di bawah ini betapa setiap jenisnya adalah terpuji:
  • Sabar dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dengan kesabaran ini, dicapai ketaatan yang tulus. Ketaatan  yang tulus akan menghasilkan agama yang benar, menjadi motivator untuk melakukan kewajiban, dan berhak mendapatkan pahala. Sebagaimana firman-Nya: “Hanya orang-orang yang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (QS. Az Zumar: 10). Nabi bersabda, “Kesabaran adalah sebagian dari iman, sebagaimana kedudukan kepala pada tubuh.” Ali bin Ali Thalib ra berkata, ”Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.” Al-Hasan al-Bashri berkata, “Wahai orang yang mencari sesuatu dari dunia tapi tidak dapat menggapainya, apakah engkau berharap dapat menggapai sesuatu dari akhirat yang tidak engkau cari?” Kesabaran jenis ini didasari oleh keluh kesah dan takut berlebihan. Orang yang takut kepada Allah akan bersabar dalam menjalankan ketaatan, dan orang yang berkeluh kesah dengan hukuman-Nya akan berhenti dari menjalankan semua perintah-Nya.
  • Sabar atas bencana menyedihkan yang menghabiskan waktunya. Orang yang bersabar dalam kondisi ini akan merasakan ketenangan dan mendapat pahala jika didasari dengan ketaatan. Namun jika tidak merasakan ketenangan, ia akan memikul beban kesedihan berkepanjangan dan berarti ia bersabar karena terpaksa sehingga ia pun berdosa. Nabi bersabda, “Allah berfirman: Orang yang tidak rela dengan keputusan-Ku dan tidak bersabar terhadap ujian-Ku, hendaklah ia mencari Tuhan selain-Ku”. Ali bin Ali Thalib ra berkata kepada al-Asy’ats bin Qais, “Jika engkau bersabar, dirimu akan dicatat sebagai orang yang mendapat pahala. Jika engkau berkeluh kesah, dirimu akan dicatat sebagai orang yang mendapat dosa.” 
  • Sabar karena gagal meraih sesuatu yang diharapkan. Orang yang sabar atas kegagalan yang menimpanya akan merasa terhibur setelahnya, sedangkan merasa menyesal setelah putus asa adalah suatu kebodohan. Nabi bersabda, ”Orang yang diberi lalu bersyukur, tidak diberi lalu bersabar, didhalimi lalu meminta maaf, mereka itulah yang akan mendapatkan rasa aman dan yang diberi petunjuk.” 
  • Sabar terhadap ancaman menakutkan yang dikhawatirkan akan terjadi. Jangan cepat merasa gelisah terhadap sesuatu yang belum terjadi, kebanyakan  kegelisahan itu dusta, dan kebanyakan, rasa takut itu bisa dikalahkan. Nabi bersabda, “Dengan kesabaran, jalan selamat dapat ditemukan, dan orang yang terus menerus mengetuk pintu, ia akan masuk ke dalamnya.” Al-Hasan al-Bishri berkata, “Janganlah engkau bebani harimu saat ini dengan rasa takutmu terhadap hari esokmu, karena semua hari ada rasa  takutnya sendiri-sendiri.”
  • Sabar dalam menunggu terwujudnya keinginan atau kenikmatan yang diharapkannya. Orang yang langsung tercengang saat baru merasakan/melihat kenikmatan, maka jalannya untuk meraih yang diinginkannya akan tertutup dan dirinya akan terprovokasi oleh sifat tamak. Orang semacam ini justru akan semakin menjauh dari sesuatu yang diharapkannya dan semakin besar bencana yang menimpanya. Sebaliknya, ia akan dapat melihat petunjuk dan mengetahui tujuan dirinya. Nabi bersabda, “Kesabaran adalah cahaya.” Maksudnya, kesabaran akan menyingkap gelapnya keraguan dan menjelaskan hakikat berbagai permasalahan.
  • Sabar atas musibah yang menimpa atau membebaskan diri dari sesuatu yang menakutkan. Bersabar dalam kondisi seperti ini dapat membuka pintu-pintu inisiatif dan mampu membendung tipu daya musuh. Orang yang sedikit sabarnya, akalnnya menjadi buntu dan penderitaan semakin bertambah. Ia akan menjadi korban penderitaan dan kesedihannya sendiri. Allah berfirman: “Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman:17). Dari Ibnu Abbas ra, “Nabi SAW bersabda: jika engkau mampu berbuat semata-mata karena Allah dalam keyakinan, lakukanlah. Jika engkau tidak mampu, bersabarlah. Sesungguhnya bersabar terhadap sesuatu yang tidak engkau sukai mengandung banyak kebaikan. Ketahuilah bahwa kemenangan menyertai kesabaran, keluasan menyertai kesempitan, dan kesenangan menyertai kesusahan.”
Wahai saudaraku, semoga bacaan ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah senantiasa bersama kita dikala susah dan senang, menggolongkan kita sebagai umat-Nya yang sabar, bersyukur, senantiasa mengingat-Nya disegala padatnya aktivitas kita.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
(Referensi: kitab “Adabud Dunya wad Diin” Imam al-Mawardi)

Selasa, 21 Februari 2012

Doaku Untuk Rabbi... ^^

Bismillah...

Ya Allah, mengenalnya aku sangat bersyukur
karena kehendakMu, aku bisa semakin mengenalMu dan mendekat padaMu melaluinya...
setiap ucapannya, membuatku semakin mencintaiMu dan RasulMu
setiap debaran jantungku, selalu berdzikir untuk menenangkan hatiku karenanya
setiap derai air mata dan desah nafasku tak hentinya menyebut namaMu...

Ya Allah, ku hanya bisa menunggu dan berdoa,
berharap memang dialah pasangan tulang rusukku,
calon bagi imam keluargaku,

Ya Mujib, kabulkanlah untaian doaku ini,
jika Engkau izinkan kami bertemu, maka
pertemukanlah kami dibawah naungan cinta dan Kasih SayangMu....
Jagalah hati ini dan hatinya 
hingga Engkau meleburkan hati kami menjadi satu kesatuan yang indah...