Sabtu, 14 April 2012

siapakah engkau, hai Sabar???

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Wahai saudaraku, ketahuilah bahwa salah satu anugerah yang baik dan tanda-tanda kebahagiaan seseorang adalah dapat bersabar menghadapi cobaan dan tetap kokoh di tengah musibah. Untuk sabar inilah Al-Qur’an diturunkan dan sunnah Nabi disampaikan. Firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman,bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS. Ali-Imran: 200). Nabi SAW bersabda, “Kesabaran adalah benteng dari segala bencana dan penolong ketika susah.” Ali bin Ali Thalib ra berkata, “Kesabaran adalah tunggangan yang tak pernah tersandung dan qana’ah adalah pedang yang tak pernah meleset.” Ibnu Abbas ra berkata, “bekal yang paling baik adalah sabar ketika susah.”Wahai saudaraku, jenis sabar sangat beragam. Di bawah ini betapa setiap jenisnya adalah terpuji:
  • Sabar dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dengan kesabaran ini, dicapai ketaatan yang tulus. Ketaatan  yang tulus akan menghasilkan agama yang benar, menjadi motivator untuk melakukan kewajiban, dan berhak mendapatkan pahala. Sebagaimana firman-Nya: “Hanya orang-orang yang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (QS. Az Zumar: 10). Nabi bersabda, “Kesabaran adalah sebagian dari iman, sebagaimana kedudukan kepala pada tubuh.” Ali bin Ali Thalib ra berkata, ”Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.” Al-Hasan al-Bashri berkata, “Wahai orang yang mencari sesuatu dari dunia tapi tidak dapat menggapainya, apakah engkau berharap dapat menggapai sesuatu dari akhirat yang tidak engkau cari?” Kesabaran jenis ini didasari oleh keluh kesah dan takut berlebihan. Orang yang takut kepada Allah akan bersabar dalam menjalankan ketaatan, dan orang yang berkeluh kesah dengan hukuman-Nya akan berhenti dari menjalankan semua perintah-Nya.
  • Sabar atas bencana menyedihkan yang menghabiskan waktunya. Orang yang bersabar dalam kondisi ini akan merasakan ketenangan dan mendapat pahala jika didasari dengan ketaatan. Namun jika tidak merasakan ketenangan, ia akan memikul beban kesedihan berkepanjangan dan berarti ia bersabar karena terpaksa sehingga ia pun berdosa. Nabi bersabda, “Allah berfirman: Orang yang tidak rela dengan keputusan-Ku dan tidak bersabar terhadap ujian-Ku, hendaklah ia mencari Tuhan selain-Ku”. Ali bin Ali Thalib ra berkata kepada al-Asy’ats bin Qais, “Jika engkau bersabar, dirimu akan dicatat sebagai orang yang mendapat pahala. Jika engkau berkeluh kesah, dirimu akan dicatat sebagai orang yang mendapat dosa.” 
  • Sabar karena gagal meraih sesuatu yang diharapkan. Orang yang sabar atas kegagalan yang menimpanya akan merasa terhibur setelahnya, sedangkan merasa menyesal setelah putus asa adalah suatu kebodohan. Nabi bersabda, ”Orang yang diberi lalu bersyukur, tidak diberi lalu bersabar, didhalimi lalu meminta maaf, mereka itulah yang akan mendapatkan rasa aman dan yang diberi petunjuk.” 
  • Sabar terhadap ancaman menakutkan yang dikhawatirkan akan terjadi. Jangan cepat merasa gelisah terhadap sesuatu yang belum terjadi, kebanyakan  kegelisahan itu dusta, dan kebanyakan, rasa takut itu bisa dikalahkan. Nabi bersabda, “Dengan kesabaran, jalan selamat dapat ditemukan, dan orang yang terus menerus mengetuk pintu, ia akan masuk ke dalamnya.” Al-Hasan al-Bishri berkata, “Janganlah engkau bebani harimu saat ini dengan rasa takutmu terhadap hari esokmu, karena semua hari ada rasa  takutnya sendiri-sendiri.”
  • Sabar dalam menunggu terwujudnya keinginan atau kenikmatan yang diharapkannya. Orang yang langsung tercengang saat baru merasakan/melihat kenikmatan, maka jalannya untuk meraih yang diinginkannya akan tertutup dan dirinya akan terprovokasi oleh sifat tamak. Orang semacam ini justru akan semakin menjauh dari sesuatu yang diharapkannya dan semakin besar bencana yang menimpanya. Sebaliknya, ia akan dapat melihat petunjuk dan mengetahui tujuan dirinya. Nabi bersabda, “Kesabaran adalah cahaya.” Maksudnya, kesabaran akan menyingkap gelapnya keraguan dan menjelaskan hakikat berbagai permasalahan.
  • Sabar atas musibah yang menimpa atau membebaskan diri dari sesuatu yang menakutkan. Bersabar dalam kondisi seperti ini dapat membuka pintu-pintu inisiatif dan mampu membendung tipu daya musuh. Orang yang sedikit sabarnya, akalnnya menjadi buntu dan penderitaan semakin bertambah. Ia akan menjadi korban penderitaan dan kesedihannya sendiri. Allah berfirman: “Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman:17). Dari Ibnu Abbas ra, “Nabi SAW bersabda: jika engkau mampu berbuat semata-mata karena Allah dalam keyakinan, lakukanlah. Jika engkau tidak mampu, bersabarlah. Sesungguhnya bersabar terhadap sesuatu yang tidak engkau sukai mengandung banyak kebaikan. Ketahuilah bahwa kemenangan menyertai kesabaran, keluasan menyertai kesempitan, dan kesenangan menyertai kesusahan.”
Wahai saudaraku, semoga bacaan ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah senantiasa bersama kita dikala susah dan senang, menggolongkan kita sebagai umat-Nya yang sabar, bersyukur, senantiasa mengingat-Nya disegala padatnya aktivitas kita.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
(Referensi: kitab “Adabud Dunya wad Diin” Imam al-Mawardi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar