Kamis, 26 April 2012

Nyanyian Sunyiku



“Ya Rabb…”
Tak sanggup dinding mata ini menahan ombak air mata,
Kehidupan hati tak tenang dan damai,
Gelisah….

Menghadapi dan mengarungi  hidup yang fana
Yang sanggup menyengsarakan dan mencelakakan semua insan-Mu !

Begitu besar ujian dan cobaan yang telah Engkau
Anugrahkan kepada hamba-hambaMu yang dhoif, hina dan rapuhnya
Jiwa  raga ini

Berbagai cacian, cemoohan, sindiran yang bertubi-tubi
Menghampiri…. Mengapa ? mengapa ??
Tunjukkanlah Rabb… tunjukkanlah kesalahan yang telah diperbuat!
Ber-asa hidup tenang dan damai, seperti air yang memberi
Kesenangan dan bermanfaat bagi siapa saja

Memang… hidup tak selamanya indah, penuh dengan misteri
Hidup pasif bagai tak merasakan hidup,
Tak bisa merasakan nikmatnya bahagia, jika tak bersama kesusahan,
Tak bisa merasakan manis, jika tak bersama pahit.
Kadang membuat kita menangis, tertawa, sedih, bahagia,
Bahkan sakit….

Apakah hamba tidak termasuk golongan yang pandai
Bersyukur kepada-Mu ? selalu mengeluh pada kehidupan yang kujalani?
Selalu ingin dipahami orang lain tanpa memahami perasaan orang lain??
Masya Allah !!

Diri ini bukanlah Nabi yang mempunyai sikap dan akhlak yang mulia.
Tapi diri ini mencoba tuk menjalani nasihat-nasihatMu dan RasulMu
Bimbinglah diri ini selalu…..

Rabu, 18 April 2012

Begitu Juga Aku.....

Jikalau rindu mengerudungi hatimu,
sampaikanlah melalui-Nya,
Begitu juga aku

Jikalau resah menyelimuti qalbumu,
adukanlah kepada-Nya,
Begitu juga aku

Jikalau gelisah merundungi sukmamu,
berdoalah untuknya melalui-Nya,
Begitu juga aku

Jikalau cinta menyapamu,
bermunajatlah semoga cinta kita dipersatukan oleh-Nya,
Begitu juga aku.

Satu yang ingin kau ketahui,
rasa ini akan selalu kutanam untukmu wahai calon imamku....

Senin, 16 April 2012

BEGITU KUATNYA GODAAN SETAN ITU


Begitu kuatnya godaan setan  itu
Terkutuk kau hai setan!
Janganlah engkau mempersulit jalannya manusia
Apakah kau tidak sadar, bahwa kau sudah dilaknati oleh sang Khaliq??
Mengapa kau begitu sombong? Mengapa kau begitu angkuh?
Mengapa dirimu tak mau menuruti perintah-perintahNya?
Sampai kapan kau akan mengganggu manusia???
Belum puaskah kau mengganggu kami?
Lihatlah kemuliaan dan kebaikan dari Khaliqmu!
Belum cukup sadarkah kau setelah apa yang telah kau dapatkan dariNya?
Atau engkau mengira bahwa engkau tercipta dari api dan mempunyai derajat yang lebih tinggi dibandingkan malaikat dan manusia?
Dan hanya untuk mengikutimu sajakah tujuanmu menggoda dan mempengaruhi manusia??
Begitu pula  kalian, hai manusia… lihatlah kasih sayang yang Dia berikan padamu! Taatilah perintah yang telah Menciptakanmu!
Allah berfirman: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar menyembahKu.” (Adz-Dzariyat: 56)
Tidak cukupkah perintahNya kepadamu hai iblis?
Bacalah! Dan mengertilah firmanNya!
Dan kalian hai para manusia, taatilah perintah-perintahNya dan bertaqwalah pada Rabbmu
Dan lakukanlah apa yang Allah perintahkan dan tugaskan pada kalian:
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi’…” Kepemimpinan itu dimulai dengan memimpin diri (hawa nafsu)nya sendiri, keluarga, dan kemudian berkembang ke memimpin lingkungan yang lebih luas.” (Al-Baqarah: 30)
Namun jika kalian, hai setan dan manusia melawanNya, maka janjinya:
“Dia (iblis) berkata: ‘Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar- benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil’.”
“Tuhan berfirman: ‘pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup.”
“Dan hasunglah (bawalah) siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh Syaithan kepada mereka melainkan tipuan belaka.”
“Sesungguhnya hamba-hamba Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga”. (Al-Isra: 62-65)
Na’udzubillah! Bertaqwalah kalian hai manusia sebelum kau dilempar ke Neraka Jahannam… bertaubatlah, sebaik-baik taubat…. “Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al-Maidah: 39)





Sabtu, 14 April 2012

siapakah engkau, hai Sabar???

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Wahai saudaraku, ketahuilah bahwa salah satu anugerah yang baik dan tanda-tanda kebahagiaan seseorang adalah dapat bersabar menghadapi cobaan dan tetap kokoh di tengah musibah. Untuk sabar inilah Al-Qur’an diturunkan dan sunnah Nabi disampaikan. Firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman,bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS. Ali-Imran: 200). Nabi SAW bersabda, “Kesabaran adalah benteng dari segala bencana dan penolong ketika susah.” Ali bin Ali Thalib ra berkata, “Kesabaran adalah tunggangan yang tak pernah tersandung dan qana’ah adalah pedang yang tak pernah meleset.” Ibnu Abbas ra berkata, “bekal yang paling baik adalah sabar ketika susah.”Wahai saudaraku, jenis sabar sangat beragam. Di bawah ini betapa setiap jenisnya adalah terpuji:
  • Sabar dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dengan kesabaran ini, dicapai ketaatan yang tulus. Ketaatan  yang tulus akan menghasilkan agama yang benar, menjadi motivator untuk melakukan kewajiban, dan berhak mendapatkan pahala. Sebagaimana firman-Nya: “Hanya orang-orang yang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (QS. Az Zumar: 10). Nabi bersabda, “Kesabaran adalah sebagian dari iman, sebagaimana kedudukan kepala pada tubuh.” Ali bin Ali Thalib ra berkata, ”Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.” Al-Hasan al-Bashri berkata, “Wahai orang yang mencari sesuatu dari dunia tapi tidak dapat menggapainya, apakah engkau berharap dapat menggapai sesuatu dari akhirat yang tidak engkau cari?” Kesabaran jenis ini didasari oleh keluh kesah dan takut berlebihan. Orang yang takut kepada Allah akan bersabar dalam menjalankan ketaatan, dan orang yang berkeluh kesah dengan hukuman-Nya akan berhenti dari menjalankan semua perintah-Nya.
  • Sabar atas bencana menyedihkan yang menghabiskan waktunya. Orang yang bersabar dalam kondisi ini akan merasakan ketenangan dan mendapat pahala jika didasari dengan ketaatan. Namun jika tidak merasakan ketenangan, ia akan memikul beban kesedihan berkepanjangan dan berarti ia bersabar karena terpaksa sehingga ia pun berdosa. Nabi bersabda, “Allah berfirman: Orang yang tidak rela dengan keputusan-Ku dan tidak bersabar terhadap ujian-Ku, hendaklah ia mencari Tuhan selain-Ku”. Ali bin Ali Thalib ra berkata kepada al-Asy’ats bin Qais, “Jika engkau bersabar, dirimu akan dicatat sebagai orang yang mendapat pahala. Jika engkau berkeluh kesah, dirimu akan dicatat sebagai orang yang mendapat dosa.” 
  • Sabar karena gagal meraih sesuatu yang diharapkan. Orang yang sabar atas kegagalan yang menimpanya akan merasa terhibur setelahnya, sedangkan merasa menyesal setelah putus asa adalah suatu kebodohan. Nabi bersabda, ”Orang yang diberi lalu bersyukur, tidak diberi lalu bersabar, didhalimi lalu meminta maaf, mereka itulah yang akan mendapatkan rasa aman dan yang diberi petunjuk.” 
  • Sabar terhadap ancaman menakutkan yang dikhawatirkan akan terjadi. Jangan cepat merasa gelisah terhadap sesuatu yang belum terjadi, kebanyakan  kegelisahan itu dusta, dan kebanyakan, rasa takut itu bisa dikalahkan. Nabi bersabda, “Dengan kesabaran, jalan selamat dapat ditemukan, dan orang yang terus menerus mengetuk pintu, ia akan masuk ke dalamnya.” Al-Hasan al-Bishri berkata, “Janganlah engkau bebani harimu saat ini dengan rasa takutmu terhadap hari esokmu, karena semua hari ada rasa  takutnya sendiri-sendiri.”
  • Sabar dalam menunggu terwujudnya keinginan atau kenikmatan yang diharapkannya. Orang yang langsung tercengang saat baru merasakan/melihat kenikmatan, maka jalannya untuk meraih yang diinginkannya akan tertutup dan dirinya akan terprovokasi oleh sifat tamak. Orang semacam ini justru akan semakin menjauh dari sesuatu yang diharapkannya dan semakin besar bencana yang menimpanya. Sebaliknya, ia akan dapat melihat petunjuk dan mengetahui tujuan dirinya. Nabi bersabda, “Kesabaran adalah cahaya.” Maksudnya, kesabaran akan menyingkap gelapnya keraguan dan menjelaskan hakikat berbagai permasalahan.
  • Sabar atas musibah yang menimpa atau membebaskan diri dari sesuatu yang menakutkan. Bersabar dalam kondisi seperti ini dapat membuka pintu-pintu inisiatif dan mampu membendung tipu daya musuh. Orang yang sedikit sabarnya, akalnnya menjadi buntu dan penderitaan semakin bertambah. Ia akan menjadi korban penderitaan dan kesedihannya sendiri. Allah berfirman: “Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman:17). Dari Ibnu Abbas ra, “Nabi SAW bersabda: jika engkau mampu berbuat semata-mata karena Allah dalam keyakinan, lakukanlah. Jika engkau tidak mampu, bersabarlah. Sesungguhnya bersabar terhadap sesuatu yang tidak engkau sukai mengandung banyak kebaikan. Ketahuilah bahwa kemenangan menyertai kesabaran, keluasan menyertai kesempitan, dan kesenangan menyertai kesusahan.”
Wahai saudaraku, semoga bacaan ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah senantiasa bersama kita dikala susah dan senang, menggolongkan kita sebagai umat-Nya yang sabar, bersyukur, senantiasa mengingat-Nya disegala padatnya aktivitas kita.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
(Referensi: kitab “Adabud Dunya wad Diin” Imam al-Mawardi)