Dingin, lemah tak ada daya
Terhimpitnya hati oleh rasa
Tak kunjung menua...
Bilang sudah tidak, tapi masih iya
Namun mengapa kau secepat itu percaya
Namun mengapa kau secepat itu percaya
Tak adakah pengorekan atas jawaban itu?
Kau masih saja bersikap seperti itu
Entah berapa bulir air mata yang sudah tertumpah
Entah berapa bulir air mata yang sudah tertumpah
Diantara takut, asa dan putus asa
Hampir saja ku linglung seperti orang gila
Tapi apa iya, bisa terjadi pada sekarang kisah Qais dan Laila?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar