Senin, 28 Januari 2019

Menu Rasa

Apa saja yang kau hidangkan dalam menu rasamu?

Boleh ku pesan satu yang merah muda itu? 

Jika tak kau jual,  mengapa kau sebarkan sana sini menu yang kau miliki itu?
Jika ku tak boleh,  lantas untuk siapa kau hidangkan menumu itu? 

Duhai,  pemilik menu!  Jika kau tuliskan dengan rinci,  ku tak akan memilih menu warna merah muda itu.  

Jika sudah terlanjur begini,  bagaimana kau akan meraibkan rasa yang terlanjur membasahi sekujur hati ini? 


Dini yang mendingin,  02.11 

Minggu, 29 November 2015

HUJAN

Dalam sebuah perjalanan, kadang aku ingin menjadi hujan
Yang mampu memberi kesegaran kepada setiap insan
Saat panas bersanding kekeringan
Hati terhinggap oleh ketenangan


Aku ingin menyatu dihatimu
Namun engkau menghindar saat kudatang meluruh
Terciptakan keluh pada bibir mulusmu
Takkah kau ingin tersentuh aku
Yang dengan basahku mampu menjalar kesejukkan hingga dasar hatimu


Disaat lama panas membuat penat menyelimutimu
Tetap tak akan lelah aku menurun
Untuk yang mengambil manfaat dariku
Keberkahan yang Tuhan tancapkan pada diriku
Terhantarkan untuk makhluk-Nya di al-Ardlu


Jumat, 13 Juni 2014

Bendungan Hati

Masih saja sama
Dingin, lemah tak ada daya
Terhimpitnya hati oleh rasa
Tak kunjung menua...

Bilang sudah tidak, tapi masih iya
Namun mengapa kau secepat itu percaya
Tak adakah pengorekan atas jawaban itu?
Kau masih saja bersikap seperti itu

Entah berapa bulir air mata yang sudah tertumpah
Diantara takut, asa dan putus asa
Hampir saja ku linglung seperti orang gila
Tapi apa iya, bisa terjadi pada sekarang kisah Qais dan Laila?





Kamis, 07 November 2013

Nikmat Mana Yang Kamu Dustakan???

             Yap, teringat salah satu ayat suci-Nya yang berulang-ulang disebutkan, yang sangat kusukai dan selalu kubaca, Ar-Rahman (Maha Penyayang). 

             Energi itu masuk ketika ku bangun pagi ini. Pas sekali di hari Jum'at yang penuh barokah ini. Entah, rasanya seperti hidupku kembali lagi, diiringi senyum lebar yang kutunjukkan kepada teman-teman sekamarku ketika bangun. Alhamdulillaaaah.......


             Dan kali ini, ku tak mau sia-siakan nikmat-Nya yang selalu diberikan padaku yang penuh kelalaian ini."Usah tengok lampaumu, kamu adalah sekarang yang kau lakukan, jangan mengangan-angan masa datangmu. Karena itu lakukan hari ini dengan baik, untuk dirimu, orang lain, keluarga, dan semua orang terkasihmu", Tegasku dalam hati. :)








Jum'at cerah, 8 November 2013
Sudut Kamar tak berudara
            

Rabu, 23 Oktober 2013

Kompetisi Angin

Minggu, 20 Oktober 2013

Pukul 20.00 WIB Pengajian Ustadz Thoifur pun tetap dilaksanakan meskipun jamnya telat karena beliau sedang ada kepentingan kala itu. Seperti adat biasanya, setelah berdoa beliau menyuruh beberapa santri untuk membaca kitab yang telah dimaknai minggu lalu. Namun diluar dugaan, beliau langsung memaknai kitab Tanwirul Qulubnya.
"Ya sudah, saya langsung maknai saja lanjutan yang kemarin karena sudah telat jamnya", ujar beliau.

Di tengah-tengah pelajaran, beliau sempat menceritakan tentang kompetisi angin. Kami pun penasaran.
"Kalian sudah pernah dengar cerita tentang kompetisi angin yang ingin menjatuhkan monyet dari pohonnya?"
"Belum pak. Ayo pak, ayo pak cerita!", sahut kami dengan antusias.
"Lho, saya kira sudah. Baiklah saya akan ceritakan.

Ada sebuah kompetisi angin yang ingin menjatuhkan monyet dari pohon. Peserta angin tersebut adalah Tornado, Lesus dan Gunung. Peserta pertama dimulai dari Tornado. Kekuatannya sangat dahsyat membuat pohon terombang - ambing agar monyet itu jatuh. Si monyet pun tak mau kalah. Dia dekap erat pohon itu saat Tornado berusaha mengombang-ambingkannya. Tapi apa yang terjadi? Tornado pun gagal melewati kompetisi ini. Si monyet pun tersenyum lega karena dia berhasil bertahan di pohon itu. Dilanjutkan peserta kedua yaitu Lesus. Dengan kekuatannya yang sama seperti puting beliung, dia berusaha meliung-liungkan pohon agar bisa menjatuhkan monyet. Namun dia pun gagal. Si Monyet pun tak kalah cerdiknya. Senyumnya semakin menjadi. Kemudian giliran Gunung pun tiba sebagai peserta terakhir.
"Buat apa kamu ikut?? Kami berdua saja tidak bisa menjatuhkan si monyet, apalagi kamu."
"Izinkan saya untuk mengikuti kompetisi ini"
"Tidak usah. Kekuatan apa yang kamu miliki? kami yang lebih darimu saja tidak bisa mengalahkannya. Sudahlah mundur saja", jawab mereka penuh kesal.
Angin Gunung tak menggubrisnya. Dia tetap maju untuk mengikuti kompetisi ini. Mulailah Gunung meniupkan angin sepoinya. Monyet pun tertawa,"Kamu gak akan pernah bisa menjatuhkanku." Namun Gunung pun tak peduli. Dia tetap meniupkan angin sepoinya kepada monyet yang sedang tiduran di pohon. Lama-lama si monyet mulai menikmati anginnya. Tiba-tiba......
"Bruuugggggghh!!!" si monyet akhirnya terjatuh dan kompetisi angin ini dimenangkan oleh Gunung.

"Nah, apa yang dapat kita pelajari dari cerita ini? Bahwa ketika kita mendapatkan ujian dan cobaan yang kuat, dengan mudahnya kita mendekat dan mengingat kepada Allah. Namun ketika mendapatkan nikmat sedikit saja, manusia terlena akan kenikmatan itu dan menjauh dari Allah. Maka dari itu, selalu ingat dan dekatlah kepada Allah dikala susah maupun senang", pesan Ustadz Thoifur yang telah disampaikan pada para santri.

Jumat, 03 Mei 2013

Dialog Diri Sendiri

Tau kan ??
Iya sih, tapi kadang butuh penguatan dengan apa yang kuyakini
Tapi sebenarnya kamu tau kan??
Iya, mungkin memang pikiranku yang lambat untuk mengerti semua ini dan mengambil keputusan.
Kenapa ga cepat-cepat??
Emm, karena aku  masih mementingkan urusan pribadiku tanpa memikir ke depannya.
Nah, sekarang kamu tau!! Semua sudah terlewat, mau bagaimana lagi!
Sudahlah! yang kubutuhkan hanya ketenangan hati, dukungan dan semangat. Jangan semakin memojokkan...
Ayolah bangkit!! perbaiki yang terlanjur hancur .. Jangan berpangku tangan. Just do it, jangan kelamaan mikirrr!!!
Jangan terlalu kau keluarkan air mata! lihat sekelilingmu, mereka ingin kamu bangkit dari keterpurukanmu. Tak boleh kamu terlalu meratapi diri sendiri. Jadikan itu muhasabah sebesar-besarnya. Gigit kuat-kuat tujuanmu itu, genggam erat, jangan lengah dengan godaan yang datang!!!
Jangan jauh lagi dari Tuhanmu, Jangan terlalu berharap kepada selain-Nya!!
FOKUS!!! FOKUS pada-Nya, tak lebih!!

#Aaah, semakin deras saja.......


Selasa, 05 Maret 2013

Indah, Wanita Solihah

Tersentak ketika aku pernah membaca salah satu nasihat dari beliau, Syeikh Rohimmudin Al-Bantany:

Dari Sayidatina 'Aisyah R.A berkata: "Telah bersabda Rasulullah SAW :" Wahai 'Aisyah, bertaqwalah engkau kepada Allah SWT dan berlemah-lembutlah! karena sesungguhnya kelembutan itu jika terdapat sesuatu akan menjadi hiasan yang indah, dan jika kelembutan terlepas dari sesuatu maka akan menjadi 'aib buruknya" (HR. Imam Muslim dan Imam Ahmad).


Sebaik-baik akhlaq dan perhiasan indah wanita hanyalah TAQWA dan KELEMBUTAN. 2 modal inilah wanita dapat meraih segala kebahagiaan dunia dan akhirat. 2 sifat inilah tanda kesihatan emosional wanita dan rohaninya.

Sungguh indah hidup seorang wanita,
Jika terdapat di dalamnya TAQWA dan KELEMBUTAN
Ibarat perhiasan yang berkilauan, silaunya mampu membagi keindahan bagi sesama
Yang dengan akhlak baiknya, redup pandangan,
Lembut tutur kata bak angin sejuk
Tegaknya Amar Ma'ruf Nahi Munkar yang ia jalani,
Mengasihi sesama, jujur perilaku tanpa dusta,
Aduhai indah sekali....

Namun bagai tak berwarna jika mendung suasana hati, tatkala hati tersakiti
Air mata turun bak hujan deras di pagi hari
Tak ada suara kicauan burung, bunga bermekaran
Kesakitan yang dia alami hanya untuk dirinya seorang,
Berkesah kepada Sang Rabbnya
Memohon selalu ampunan dan lindungan
Aduhai indah sekali...

Ah, wanita solihah! 
Sungguh sulit diri ini untuk menjadi sepertimu...